Selasa, 29 Oktober 2013

Situs-Situs
SENDANG BEJI DAN MITOS DEWI NAWANGWULAN
Keletakan:
Sendang Beji terletak di Dusun Girijati, Parangrejo, Panggang, Gunung Kidul. Tempat ini dapat dicapai melalui jalan aspal yang menghubungkan Prangtritis-Panggang. Lokasi ini akan mudah dicapai dengan engikuti jalan aspal di sebelah timur parkiran bus pariwisata Pantai Parangtritis. Setelah sampai di pertigaan jalan aspal pengunjung dapat mengikuti arah ke timur (kanan)-arah ke Gua Langse.
Setelah sampai di pertigaan kampung yang mengarah ke Candi Gembirawati dan Gua Langse, pengunjung dapat mengikuti jalan ke arah Candi Gembirawati. Jika pengunjung berkendaraan, maka kendaraan harus dititipkan ke rumah penduduk setempat sebab jalan menuju lokasi Sendang Beji adalah jalan setapak dengan menembus tegalan, sawah, dan kebun. Rumah terdekat dari lokasi Sendang Beji untuk penitipan kendaraan berada di sisi selatan Candi Gembirawati.
Data Fisik:
Sendang Beji ini sekarang telah dibuatkan talud yang juga berfungsi sebagai penampung utama dari kucuran airnya. Talud yang berfungsi sebagai bak penampung ini memiliki ukuran panjang sekitar 20 meter, lebar bagian hilir 6 meter, lebar bagian hulu 13 meter. Kedalaman rata-rata dari sendang ini sekitar 0,5 meter.
Sendang ini juga dilengkapi dengan tempat peristirahatan sebanyak satu buah. Tempat peristirahatan ini kira-kira berukuran 7,5 meter X 9 meter. Kecuali itu tempat ini juga dilengkapi dengan mushala dengan ukuran kira-kira 7,5 X 12 meter. Sendang juga dilengkapi dengan kamar mandi berukuran sekitar 4 meter X 4 meter. Sedangkan bak penampungan yang berfungsi untuk membagi air berukuran sekitar 3 X 8 meter.
Keberadaan sendang ini juga dikengkapi dengan tempat pemujaan sebanyak 4 buah. Tempat pemujaan I (terletak di tengah sendang) memiliki ukuran sekitar 2 meter X 4 meter. Pemujaan di tengah sendang ini diperkeras dengan lantai keramik warna merah dan putih. Ukuran keramik 20 cm x 20 cm. Pemujaan yang kedua (di sisi atas sendang) memiliki ukuran sekitar 2,5 meter X 5 meter. Pada tempat pemujaan kedua ini dilengkapi juga dengan arca batu setinggi kira-kira 2 meteran. Demikian pula tempat pemujaan yang ketiga (di sisi atas pemujaan yang kedua) juga dilengkapi arca batu setinggi 2 meteran. Tempat pemujaan yang ketiga ini memiliki ukuran sekitar 4 X 8 meteran. Sedangkan pemujaan yang ke-4 terletak di dinding timur tempat peristirahatan. Tempat pemujaan yang keempat ini berukuran sekitar 80 Cm X 80 Cm.
Latar Belakang:
Seperti umumnya sendang-sendang Jawa, Sendang Beji juga memiliki latar belakang cerita yang berbau mitos. Sendang Beji di Girijati ini memiliki mitos bahwa sendang ini dulunya pernah digunakan mandi oleh serombongan bidadari dari Kahyangan. Karena pada zaman dulu keletakan sendang dengan air jernih yang tidak pernah kering ini berada di punggung bukit dalam lindungan hutan yang lebat, maka keletakannyamenjadi disukai para bidadari. Salah satu bidadari yang mandi di sendang ini menurut sumber setempat bernama Dewi Nawangwulan (istri Jaka Tarub).
Versi lain lagi menyatakan bahwa sendang ini pernah juga digunakan sebagai tempat mandi Dewi Rasawulan, salah seorang putri keturunan dari Walisanga (Sunan Bonang). Kedua versi ini ingin menegaskan bahwa sendang ini memiliki kedudukan yang istimewa secara mitologis. Dengan begitu pula air dari sendang ini kemudian dipercaya dapat memberikan tuah atau khasiat bagi kecantikan/ketampanan orang yang menggunakannya untuk mandi maupun minum. Bukan hanya itu. Mitos itu kemudian juga berkembang, yakni dengan munculnya kepercayaan bahwa selain untuk kecantikan dan awet muda, air sendang ini juga berkhasiat untuk kesuburan tanaman dan juga penyembuhan.
Tidak mengherankan jika sendang ini banyak dikunjungi orang yang senang bertapa atau mengheningkan hati dan pikiran. Banyak orang mengharapkan mendapat sesuatu dari dari sendang ini.
Menurut Mbah Arjo Sentono (95), ada beberapa pengunjung yang kemudian juga melakukan syukuran di tempat ini dengan membagikan nasi kenduri komplit. Kecuali itu ada juga pengunjung yang kemudian membangun tempat peristirahatan, tempat pemujaan, kamar mandi, dan mushala di tempa ini. Hal ini menurut Mbah Arjo dilakukan sebagai wujud keberhasilan mereka setelah mereka melakukan laku spiritual di tempat ini.
Lepas dari itu semua, air sendang beji yang berdebit lumayan besar ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh penduduk setempat untuk keperluan hidup sehari-hari. Baik itu MCK, air minum, maupun untuk pengairan sawah dan tegalan. Sendang yang tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau ini sesungguhnya memang menjadi anugerah besar bagi wilayah setempat yang notabene termasuk wilayah kering dengan tanah kapur dan berbatu karang.
Secara keseluruhan suasana Sendang Beji terkesan adem dan sunyi. Pohon-pohon besar seperti pohon gintung, wiyu, bendha, pule, dan beringin yang menaungi aliran air sendang ini juga terkesan menenteramkan dengan keteduhan alami yang ditimbulkannya. Kemericik suara air dari sendang ini juga memberikan nuansa alamiah yang menyejukkan dan menyegarkan.
Sartono
Foto: Didit PD
Objek difoto hari Selasa, 10 April 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar